pskb A1

pskb A1
akbid bina husada

Kamis, 25 April 2013

Asuhan Kebidanan Nifas Tindakan Mandiri, Kalaborasi, dan Evaluasi Asuhan Kebidanan


TUGAS KELOMPOK
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS
( ASKEB 3 )


 









DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 9
AYU FITRI ANIS                (10.15401.00.41)
FITRAH RAMDHAYANI  (10.15401.00.)
NOVITA SARI                     (10.15401.00.)
SONIA PRIYANKA              (10.15401.00.20)

KELAS       : PSKb 3 Reg. A 1


DOSEN PEMBIMBING
LENDY PERWITHASARI AM.Keb. SKM



PROGRAM STUDI ILMU KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN  ( STIK )
 BINA HUSADA PALEMBANG
TAHUN 2010 / 2011


KATA PENGANTAR


            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas kelompok Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas.
            Dalam penyusunan makalah ini, penulis tidak lepas dari partisipasi berbagai pihak yang telah ikut seta memberikan sumbangan saran dan bimbingan sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen yang telah membimbing pada pelajaran ASKEB 3 NIFAS, dan semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas resume ini.
            Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan dan kekeliruan baik isi maupun cara penulisan yang disebabkan keterbatasan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang penulis miliki.
            Penulis juga mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi terciptanya kesempurnaan makalah ini. Atas kritik dan sarannya penulis ucapkan terimakasih.




                                    Palembang, Agustus 2011




Penulis



DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR..................................................................................................i
DAFTAR ISI................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang ...........................................................................................1
1.2  Tujuan.........................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
            2.1 Pelaksanaan asuhan kebidanan.................................................................
2.1.1 Tindakan mandiri, kalaborasi, dan pengawasan askeb..............
                        2.1.2 Pendidikan/penyuluhan askeb...................................................
            2.2 Evaluasi asuhan kebidanan.......................................................................
                        2.2.1 Efektifitas Tindakan untuk Mengatasi Masalah, serta Hasil Asuhan
BAB III PENUTUP
            3.1 Kesimpulan...............................................................................................
            3.2 Saran.........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
proses menejemen adalah suatu pemecahan masalah yang dapat memberikan metode pengorganisasian rangkaian pemikiran dan tindakan dalam urutan logis ke dalam kedua belah pihak, yaitu pasien dan pelaksana pelayanaan kesehatan.
Menejemen postpartum dapat memberi arah yang jelas untuk mengkoordinasi pelayanan, mengajarkan informasi yang penting, serta menyiapkan ibu postpartum untuk bias mandiri dalam merawat diri dan bayinya.
Untuk bias efektif, evaluasi di dasarkan pada harapan pasien yang di identifikasi saatg merencanakan asuhan kebidanan. Bidan bisa merasa cukup yakin bahwa asuhan kebidanan yang diberikan cukup efektif, jika hasil akhir berikut bisa di capai.
1.      ibu postpartum mengalami pemulihan fisiologis tanpa komplikasi.
2.      ibu postpartum menyebutkan pengetahuan dasar yang akurat mengenai cara menyusui yang efektif.
3.      ibu postpartum mendemonstrasikan perawatan yang tepat untuk diri dan perawatan bayi yang memadai.
4.      orang tua yang baru mendemonstrasikan interaksi yang postif terhadap satu sama lain terhadap bayi dan anggota keluarga yang lain.
Jika bidan menentukan bahwa hasil akhir yang diharapkan telah dicapai, maka implementasi dilanjutkan sesuai rencana. Jika data evaluasi menunjukan bahwa hasil akhir yang diharapkan  belum dicapai, maka rencana diperbaiki.

1.2  Tujuan
a.       Agar mahasiswa memahami pelaksanaan askeb.
b.      Agar mahasiswa mengetahui tindakan mandiri, kolaborasi, serta tindakan pengawasan  dalam pelaksanaan askeb.
c.       Agar mahasiswa mengetahui pendidikan/penyuluhan pelaksanaan askeb.
d.      Agar mahasiswa memahami tentang evaluasi askeb dan tujuannya.
e.       Agar mahasiswa mengetahui efektifitas tindakan untuk mengatasi masalah, serta hasil asuhan.

BAB II
                                                   PEMBAHASAN                                           
2.1        Pelaksanaan Asuhan Kebidanan
Asuhan Kebidanan adalah penerapan dan fungsi kegiatan yang menjadi tanggung jawab bidan dalam memberikan pelayanan klien yang mempunyai kebutuhan atas masalah dalam bidang kesehatan masa ibu hamil, masa ibu bersalin dan masa nifas (Musbir. W, 1999:13)
Pada pelaksanaan asuhan kebidanan, rencana asuhan menyeluruh dilaksanakan secara efisien dan aman. Realisasi dari perencanaan dapat dilakukan oleh bidan, pasien, atau anggota keluarga yang lain. Jika bidan tidak melakukannya sendiri, ia tetap memikul tanggung jawab atas terlaksananya seluruh perencanaan. Dalam situasi ketika bidan harus berkolaborasi dengan dokter, misalkan karena pasien mengalami komplikasi, bidan masih tetap bertanggung jawab terhadap terlaksananya rencana asuhan bersama tersebut. Manegement yang efisien akan menyingkat waktu, biaya, dan meningkatkan mutu asuhan.
Keberhasilan pelayanan akan dipengaruhi oleh pengetahuan dan cara pandang bidan dalam kaitan hubungan timbal balik antara manusia/wanita, lingkungan, perilaku, pelayanan kebidanan dan keturunan.

2.1.1        Tindakan Mandiri, Kolaborasi, dan pengawasan Askeb
Ø  Tindakan Mandiri
a.       Pemantauan dalam 4 jam pertama post partum ( vital sign, tanda-tanda perdarahan)
b.      Perawatan ibu post partum
c.       Bimbingan menyusui dini
d.      Bimbingan pemantauan kontraksi uterus kepada pasien dan keluarga
e.       Pemberian dukungan psikologis kepada pasien dan suami
f.       Pemberian pendidikan kesehatan
g.      Pemberian tablet vitamin A dan zat besi roborantia
h.      Bimbingan cara perawatan diri dan payudara

Ø  Tindakan Kolaborasi
a.       Dengan dokter ahli kandungan
·         Penanganan perdarahan dan infeksi
b.      Dengan psikolog
·         Penanganan depresi post partum lanjut
·         Penganganan depresi karena kehilangan
c.       Dengan ahli gizi
·         Penaganan anemi berat
·         Upaya perbaikan status gizi pada ibu nifas dengan status gizi buruk
·         Penanganana pada pasien yang mengalami kehilangan nafsu makan dalam jangka waktu yang lama
·         Konsultasi penyusunan menu seimbang pada pasien vegetarian
·         Konsultasi penyusunan menu seimbang pada pasien dengan keadaan tertentu ( penyakit DM, jantung, infeksi kronis )
d.      Dengan ahli fisioterapi
·         Penanganan pasien dengan keluhan nyeri pada otot yang berkepanjangan
·         Pemulihan kondisi pasien setelah operasi sesar
e.       Dengan dokter ahli penyakit dalam
·         Penanganan pasien dengan penyakit infeksi (misalnya, TBC, hepatitis, infeksi saluran pencernaan)
·         Penanganan HIV/AIDS
·         Penanganan pasien dengan penyakit gangguan pernapasan
·         Penanganan pasien dengan penyakit DM dan jantung

Ø  Tindakan Pengawasan
a.       Pemantauan keadaan umum
b.      Pemantauan perdarahan
c.       Pemantauan tanda-tanda bahaya post partum
d.      Pemantauan keadaan depresi post partum

2.1.2        Pendidikan/penyuluhan Askeb
a.       Pasien
·         Waspada tanda-tanda bahaya
·         Perawatan diri dan bayi
·         Gizi (in take cairan dan nutrisi)
·         Kecukupan kebutuhan istirahat dan tidur
·         Konsumsi vitamin dan tablet zat besi
·         Cara menyusui yang benar
·         Komunikasi dengan bayi
·         Perawatan bayi sehari-hari
b.      Suami
·         Pengambilan keputusan terhadap bahaya istri dan bayi
·         Pengambilan keputusan kebutuhan istirahat dan nutrisi istri dan bayi
·         Orang yang paling siaga dalam keadaan darurat istri dan bayi
·         Dukungan yang positif bagi istri dalam keberhasilan proses adaptasi peran ibu dan proses menyusui.
c.       Keluarga
·         Pemberian dukungan mental bagi pasien dalam adaptasi peran dan proses menyusui
·         Memfasilitasi kebutuhan istirahat dan tidur bagi pasien
·         Mendukung pola makan yang seimbang bagi pasien

2.2        Evaluasi Asuhan Kebidanan
Evaluasi adalah langkah akhir dari proses manajemen kebidanan yang berupa tindakan pengukuran antara keberhasilan dan rencana serta bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan tindakan yang dilakukan. Bila tindakan yang dilakukan mencapai tujuan, perlu dipertimbangkan kemungkinan masalah baru yang timbul akibat keberhasilan. Dan sebaliknya bila tindakan tidak mencapai tujuan, maka langkah-langkah sebelumnya perlu diteliti kembali. (Depkes RI, 1995 : 11)
Tujuan diberikannya asuhan kebidanan antara lain :
ü  Meningkatkan, mempertahankan, dan mengembalikan kesehatan
ü  Memfasilitasi ibu untuk merawat bayinya dengan rasa aman dan penuh percaya diri
ü  Memastikan pola menyusui yang mampu meningkatkan perkembangan bayi
ü  Meyakinkan ibu dan pasangannya utntk mengembangkan kemampuan mereka sebagai orang tua dan utnuk mendapatkan pengalaman berharga sebagai orang tua
ü  Membantu keluarga untuk mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan mereka, serta mengemban tanggung jawab terhadap kesehatannya sendiri
Selain itu, evaluasi memiliki beberapa kriteria, antara lain :
a.       Penilaian dilakukan segera setelh selesai melaksanakan asuhan sesuai kondisi klien
b.      Hasil evaluasi segera dicatat dan didokumentasikan pada klien
c.       Evaluasi dilakukan sesuai dengan standar
d.      Hasil evaluasi ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi klien.
Dalam evaluasi harus dicantumkan juga ;
S : Data subyektif
Menggambarkan pendokumentasian hasil melalui anamnesa.
O : Data objektif
Menggambarkan pendokumentasian laboratorium tes, diagnose yang
dirumuskan dalam data focus untuk mendukung assessment.
A : Assesment
Menggambarkan hasil analisa data dan interpretasi data subjektif dan
objektif dalam suatu identifikasi.
1. Diagnosa/masalah
2. Antisipasi diagnose lain/masalah potensial
P : Planning
Menggambarkan perdokumentasian, perencanaan, tindakan, evaluasi
berdasarkan assessment
2.2.1  Efektifitas Tindakan untuk Mengatasi Masalah, serta Hasil Asuhan
Efektivitas tindakan untuk mengatasi masalah, yaitu dalam melakukan evaluasi seberapa efektif tindakan dan asuhan yang kita berikan kepada pasien, kita perlu mengkaji respons pasien dan peningkatan kondisi yang kita targetkan pada saat penyusunan perencanaan. Suatu rencana asuhan diformulasi secara khusus untuk memenuhi kebutuhan ibu dan keluarganya. Sedapat mungkin bidan melibatkan mereka semua dalam rencana dan mengatur prioritas serta pilihan mereka untuk setiap tindakan yang dilakukan. Hasil pengkajian ini kita jadikan sebagai acuan dalam pelaksanaan asuhan berikutnya.
Hasil asuhan adalah bentuk konkret dari perubahan kondisi pasien dan keluarga yang meliputi pemulihan kondisi pasien, peningkatan kesejahteraan emosional, peningkatan pengetahuan dan kemampuan pasien mengenai perawatan diri, serta peningkatan kemandirian pasien dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan kesehatannya.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Asuhan Kebidanan adalah penerapan dan fungsi kegiatan yang menjadi tanggung jawab bidan dalam memberikan pelayanan klien yang mempunyai kebutuhan atas masalah dalam bidang kesehatan masa ibu hamil, masa ibu bersalin dan masa nifas (Musbir. W, 1999:13)
Pada pelaksanaan asuhan kebidanan, rencana asuhan menyeluruh dilaksanakan secara efisien dan aman.
Dalam pelaksanaan asuhan kebidanan ada berbagai macam tindakan yaitu, tindakan mandiri, tindakan kalaborasi, dan tindakan pengawasan. Selanjutnya tugas bidan melakukan pendidikan atau penyuluhan asuhan kebidanan kepada pasien, suami dan keluarga, mengenai menghadapi tanda-tanda bahaya, serta memenuhi kebutuhan baik secara fisik maupun psikologis.
Evaluasi adalah langkah akhir yang dilakukan untuk mengukur keberhasilan tindakan. Bila berhasil harus dipertimbangkan kemungkinan masalah baru, bila tidak berhasil harus di teliti kembali.
Tujuan dilaksanakannya asuhan kebidanan adalah untuk emnurunkan angka kematian ibu dan bayi sarta meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dalam pelaksanaan asuhan kebidanan ada beberapa kriteria tang harus di penuhi, dan harus dicantumkan pula SOAP
Efektivitas tindakan untuk mengatasi masalah, yaitu dalam melakukan evaluasi seberapa efektif tindakan dan asuhan yang kita berikan kepada pasien,

3.2 Saran
ü  Pelaksanaan asuhan kebidanan dilaksanakan secara efisien dan aman.
ü  Pelaksanaan asuhan kebidanan bisa dengan tindakan mandiri, kalaborasi dan pengawasan
ü  Tindakan evaluasi sangat diperlukan untuk mengukur tingkat keberhasilan pelaksanaan asuhan yang dilakukan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

bebas bicara apa aja..