pskb A1

pskb A1
akbid bina husada

Senin, 26 Maret 2012

PEMELIHARAAN KESEHATAN CALON IBU


BAB I
PENDAHULUAN
Ilmu kesehatan masyarakat adalah suatu ilmu seni yang bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit, memperpanjang umur, meningkatkan kesehatan, melalui usaha-usaha kesehatan masyarakat.
Kesehatan prakonsepsi adalah kesehatan seorang wanita sebelum dia menjadi hamil. Itu berarti mengetahui bagaimana kondisi kesehatan dan faktor risiko dapat mempengaruhi seorang wanita atau bayi yang belum lahir jika dia menjadi hamil. Sebagai contoh, beberapa makanan, kebiasaan, dan obat-obatan dapat membahayakan bayi anda - bahkan sebelum ia dikandung. Beberapa masalah kesehatan, seperti diabetes, juga dapat mempengaruhi kehamilan.
Setiap wanita harus memikirkan kesehatannya apakah dia merencanakan kehamilan. Salah satu alasannya adalah bahwa sekitar setengah dari seluruh kehamilan yang tidak direncanakan. Kehamilan yang tidak direncanakan berisiko lebih besar dari kelahiran prematur dan berat lahir rendah bayi. Alasan lain adalah bahwa, meskipun kemajuan penting dalam perawatan kedokteran dan kehamilan, sekitar 1 dari 8 bayi lahir terlalu dini. Para peneliti sedang mencoba untuk mencari tahu mengapa dan bagaimana mencegah kelahiran prematur. Tetapi para ahli setuju bahwa wanita perlu lebih sehat sebelum hamil. Dengan mengambil tindakan terhadap masalah kesehatan dan risiko sebelum kehamilan, Anda dapat mencegah masalah yang mungkin mempengaruhi Anda atau bayi Anda nanti.
Mempersiapkan kehamilan itu ibarat kita akan membangun rumah, harus ada denah dan rancang bangun yang baik, bahan bangunan, semen kayu yang baik serta finishing yang baik agar hasilnya indah. Sama saja dengan kehamilan, sebelum hamil juga harus dipersiapkan sel telur dan sperma yang baik serta perawatan-perawatan yang baik agar janin berkembang dengan optimal
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pemeliharaan Kesehatan
 Kesehatan merupakan kebutuhan setiap insan agar dapat mengembangkan kemampuan yang melekat dalam diri setiap insan. Hal ini hanya dapat dicapai bila masyarakat, baik secara individu maupun kelompok, berperan serta untuk meningkatkan kemampuan hidup sehatnya.
Kemandirian masyarakat diperlukan untuk mengatasi masalah kesehatannya dan menjalankan upaya pemecahannya sendiri adalah kelangsungan pembangunan. GBHN mengamanatkan agar dapat dikembangkan suatu sistem kesehatan nasional yang semakin mendorong peningkatan peran serta masyarakat.
Kemampuan masyarakat perlu ditingkatkan terus menerus untuk menolong dirinya sendiri dalam mengatasi masalah kesehatan. Kegiatan pembinaan yang di lakukan oleh bidan sendiri antara lain mempromosikan kesehatan dalam pelayanan agar peran serta ibu, remaja, wanita, keluarga dan kelompok masyarakat di dalam upaya kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana meningkat.
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan.
Pendidikan kesehatan adalah proses membantu sesorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang memengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain.
2.2. Calon Ibu
Pelayanan kebidanan diawali dengan pemeliharaan kesehatan para calon ibu. Calon ibu harus mempersiapkan diri seoptimal mungkin sejak sebelum kehamilan terjadi. Konsultasikan ke dokter kandungan guna dilakukan berbagai pemeriksaan , agar dokter dapat mendeteksi hal-hal yang kurang menguntungkan bagi kehamilan seperti infeksi toksoplasma dan kekurangan gizi.Selain itu kesiapan psikis calon ibu dan ayah pun harus diperhatikan.
Calon ibu adalah semua wanita dalam masa reproduktif yang akan mengalami kehamilan, remaja putri, wanita dewasa yang belum menikah,wanita yang sudah menikah dan sedang mempersiapkan kehamilan. 
Remaja wanita yang akan memasuki jenjang perkawinan perlu dijaga kondisi kesehatannya. Kepada para remaja di beri pengertian tentang hubungan seksual yang sehat, kesiapan mental dalam menghadapi kehamilan dan pengetahuan tentang proses kehamilan dan persalinan, pemeliharaan kesehatan dalam masa pra dan pasca kehamilan.
2.3. Upaya Memelihara Kesehatan Calon Ibu
Banyak wanita hamil lebih memperhatikan asupan makanan ketika hamil. Namun studi terbaru menunjukkan bahwa diet sehat yang dilakukan jauh sebelum kehamilan lebih dapat mengurangi risiko bayi lahir cacat. Diet sehat sebaiknya tidak hanya dilakukan pada saat masa kehamilan saja, namun sejak sebelum kehamilan. Persiapan kehamilan sangat diperlukan bagi seorang perempuan yang akan merencanakan kehamilan. Persiapan kehamilan ini diperlukan guna mendukung terciptanya kehamilan yang sehat dan menghasilkan keturunan yang berkualitas yang didambakan oleh keluarga.
Upaya-upaya yang dilakukan dalam meningkatkan taraf kesehatan ibu dan anak adalah salah satunya dengan memelihara kesehatan para calon ibu, berikut upaya untuk memelihara kesehatan para calon ibu.
A.     Pembinaan Remaja
Upaya pemeliharaan kesehatan bagi para calon ibu ini dapat dilakukan melalui kelompok atau kumpulan para remaja seperti karang taruna, pramuka, organisaai wanita remaja dan sebagainya. Para remaja yang terhimpun di dalam organisasi masyarakat perlu diorganisasikan agar pelayanan kesehatan dan kesiapan dalam menghadapi untuk menjadi istri dapat di lakukan dengan baik.
Pembinaan kesehatan remaja terutama wanitanya, tidak hanya ditujukan semata kepada masalah gangguan kesehatan (penyakit sistem reproduksi). Fakta perkembangan psikologis dan sosial perlu diperhatikan dalam membina kesehatan remaja. Remaja yang tumbuh kembang secara biologis diikuti oleh perkembangan psikologis dan sosialnya. Alam dan pikiran remaja perlu diketahui. Remaja yang berjiwa muda memiliki sifat menantang, sesuatu yang dianggap kaku dan kolot serta ingin akan kebebasan dapat menimbulkan konflik di dalam diri mereka. Pendekatan keremajaan di dalam membina kesehatan diperlukan. Penyampaian pesan kesehatan dilakukan melalui bahasa remaja.
Bimbingan terhadap remaja antara lain mencakup :
1.      Perkawinan yang sehat
2.      Keluarga yang sehat
3.      Sistem reproduksi dan masalahnya
4.      Penyakit yang berpengaruh terhadap kehamilan dan persalinan atau sebaliknya.
5.      Sikap dan perilaku pada masa kehamilan dan persalinan

B.      Menjaga Berat Badan Ideal

Pastikan berat badan Anda sudah ideal, untuk mengukurnya gunakan indeks masa tubuh dengan rumusan berat badan dalam kilogram dibagi kuadrat dari tinggi badan dalam meter. Disebut ideal jika angkanya antara 20-25. Tubuh yang terlalu kurus akan berpengaruh pada produksi sel telur setiap bulannya. Sementara lemak yang berlebihan karena kegemukan juga sama tak baiknya karena bisa mengganggu kehamilan dan janin
Underweight (10% di bawah batas normal)
  • Latihan untuk membentuk otot
  • Tingkatkan asupan energi
  • Makanlah setidaknya tiga kali sehari
  • Makan lebih banyak makanan setiap kali makan
  • Makan makanan ringan lebih
  • Minum jus dan susu
Kegemukan (20% di atas batas normal)
  • Pilih rencana makan realistis
  • Pastikan rencana makan Anda mencakup kecukupan gizi
  • Minum dalam jumlah cukup air
  • Kombinasikan rencana makan Anda dengan olahraga
C.    Pemeriksaan Kesehatan Secara Teratur
Dengan dokter atau bidan dan tenaga kesehatan lainnya bila menemukan masalah atau kesulitan dalam upaya persiapan kehamilan, misalnya kesulitan untuk melepaskan kecanduan obat, atau perilaku buruk yang berkaitan dengan gangguan psikologis. Manfaat konseling ini agar dokter atau bidan akan melakukan rujukan pada ahli psikologi atau psikiatri bila diperlukan.
Gangguan tiroid, anemia, kekurangan zat besi, tekanan darah tinggi, diabetes, dan infeksi vagina, adalah sederet penyakit yang bisa mengganggu kehamilan. Periksakan kesehatan Anda untuk memastikan tubuh Anda dan pasangan sehat.
D.    Menjaga Kebugaran dan Kesehatan Tubuh
Dengan olahraga teratur. Berusaha untuk menurunkan berat badan bila obesitas (kegemukan) dan menambah berat badan bila terlalu kurus.Anda bisa berkonsultasi dengan bidan dan dokter untuk dilakukan penilaian BMI atau indeks massa tubuh.
E.     Menghentikan Kebiasaan Buruk
Berikut kebiasaan buruk yang harus di hentikan bagi para calon ibu:
v  merokok
Rokok menyebabkan bayi lahir dengan berat kurang, selain tentu juga merusak paru-paru. Nekat minum alkohol bisa menyebabkan gangguan tumbuh kembang janin, sedangkan kafein bisa meningkatkan risiko keguguran.
Berbagai penelitian menunjukan bahwa rokok, alkohol dan obat-obatan seperti kokain, morfin dapat meningkatkan resiko keguguran, kelahiran prematur, dan lahirnya bayi dengan berat badan rendah. Merokok juga berpengaruh pada kesuburan seseorang dan menurunkan jumlah sperma.
v  Kafein
Kafein dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam menyerap zat besi yang sangat diperlukan selama kehamilan. Walapun belum ada penelitian yang menyebutkan efek negatif lainnya namun, akan lebih bijaksana jika kafein “diliburkan” selama masa kehamilan.
v  Obat rekreasi
Sebagai contoh, merokok ganja selama kehamilan dapat meningkatkan kemungkinan keguguran, berat lahir rendah, kelahiran prematur, keterlambatan perkembangan, dan masalah perilaku dan belajar.
v  Obat resep
Ada banyak resep obat yang teratogenik (menyebabkan cacat lahir). Bicarakan dengan dokter Anda mengenai setiap dan semua obat resep yang kita pakai.
v  Bahan kimia berbahaya
Ada beberapa bahan kimia yang juga bisa menjadi teratogenik. Sebagai contoh, kebanyakan studi menunjukkan bahwa risiko terbesar dari paparan pestisida adalah selama tiga sampai delapan minggu pertama trimester pertama saat pengembangan tabung saraf yang terjadi. Hal ini sering sebelum wanita mengetahui dia hamil.
v  stres
Stres telah dikaitkan dengan periode tertunda atau tidak terjawab yang dapat menyebabkan ovulasi kesulitan pelacakan dan hamil. Batasi jumlah stres Anda sebanyak mungkin. Anda mungkin merasa perlu untuk menggunakan teknik relaksasi atau yoga untuk membantu hal-hal hatinya.
v  herbal
herbal dan obat herbal Paling tidak diamanatkan oleh FDA, dan karena itu, ada sedikit atau tidak ada penelitian tentang efek mereka pada kehamilan. Diskusikan herbal dengan dokter Anda.
Anda harus mengganti kebiasaan lama dengan kebiasaan sehat baru. Kebiasaan sehat meliputi:
  • Latihan - Mulailah berolahraga sekarang. Tetapkan tujuan untuk apa yang ingin Anda capai. Tanyakan pada diri Anda jika Anda ingin menurunkan berat badan, berat badan, membentuk otot, atau meningkatkan kapasitas paru-paru. Beberapa pilihan olahraga yang baik meliputi berjalan, berenang, bersepeda, dan aerobik. Yoga adalah pilihan yang sangat baik untuk latihan karena menggabungkan postur, napas, dan konsentrasi yang akan bermanfaat bagi Anda selama persalinan. Bicarakan dengan dokter Anda mengenai apa yang terbaik untuk Anda.
  • Baca - Baca buku tentang kehamilan dan kelahiran anak. Adalah penting bahwa Anda dididik dan dipersiapkan.
  • Melacak siklus menstruasi Anda - ini sangat penting. Dokter akan bertanya tentang siklus menstruasi Anda, jadi Anda harus siap. Mengikuti perkembangan siklus Anda juga akan membantu Anda melacak ovulasi Anda dan meningkatkan kesempatan Anda untuk hamil. Produk untuk Membantu Ovulasi Jalur
  • Praktek teknik relaksasi - Relaksasi dapat membantu mengurangi stres, dan karena Anda telah membaca, stres bukan teman wanita terbaik. Cobalah yoga atau mendengarkan musik santai lembut dalam air hangat.
  • Dapatkan banyak tidur - Jika Anda tidak menerima 8 jam tidur malam, Anda harus mulai. Jumlah yang cukup tidur juga dapat membantu menghilangkan stres dan ketegangan.
  • Makan sehat - Nutrisi sangat penting untuk kesehatan Anda. Semakin sehat Anda adalah lebih mudah kehamilan akan untuk Anda. Anda mungkin mulai pada beberapa suplemen untuk memastikan Anda memperoleh semua nutrisi yang Anda butuhkan. Hanya pastikan untuk memberitahu dokter mengenai suplemen yang kita pakai. Orde Suplemen Kesuburan
F.     Meningkatkan Asupan Makanan Bergizi
Dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat  vitamin yang diperlukan tubuh dalam persiapan kehamilan , misalnya protein,vitamin E, vitamin C, asam folat, dan sebagainya.
Beberapa jenis suplemen yang berguna mendukung kesehatan janin di antaranya asam folat, suplemen zat besi untuk meningkatkan kadar mineral penting dalam tubuh, serta asam lemak omega-3.
Asam folat amat penting dikonsumsi bagi anda yang sedang merencanakan kehamilan dan masa-masa awal kehamilan. Mengkonsumsi 400 microgram Folic Acid setiap harinya dapat menurunkan resiko cacat tabung syaraf, keabnormalan otak serta sumsum tulang belakang. Asam folat banyak terdapat di sayuran hijau dan buah-buahan berwarna merah dan jingga, juga terdapat pada daging, hati dan ikan.
Menjalani diet makan seimbang amat penting dalam merencanakan kehamilan. Cobalah untuk memvariasikan makanan anda untuk mendapatkan asupan vitamin dan mineral yang cukup. Olahraga mempersiapkan tubuh yang sehat modal yang penting dalam menjalani kehamilan. Ibu kuat, bayi sehat.
Berikut konseling gizi yang harus diberikan pada calon :

Peran gizi sebelum proses pembuahan. Gizi yang baik sejak kanak-kanak, remaja dan dewasa dan selama hamil, mendukung kelahirkan bayi sehat tanpa komplikasi. Ini menjadi sangat berbeda jika calon ibu memiliki status gizi kurang baik. Akibatnya, calon ibu bisa termasuk ke dalam kelompok wanita yang terlalu kurus atau memiliki berat badan di bawah normal.
Bayi yang lahir dari ibu dengan kondisi ini sebelum dan selama kehamilan, pada umumnya lahir dengan berat badan kurang dan bahkan bisa tidak berumur panjang. 

Ada dua alasan kuat mengapa calon ibu harus menjaga kondisi gizi sebelum hamil. 

§  Pertama, gizi yang baik akan menunjang fungsi optimal alat-alat reproduksi. Seperti, lancarnya proses pematangan sel telur, produksi sel telur dengan kualitas baik, dan tentu prose pembuahan yang sempurna. 
§  Kedua, gizi yang baik berperan penting dalam mempersiapkan cadangan energi bagi tumbuh-kembang janin. Bagi calon ibu, nutrisi yang cukup dan seimbang mempengaruhi kondisi kesehatan secara menyeluruh, pada masa pembuahan (konsepsi) dan kehamilan.

Tanpa mengabaikan peran zat gizi lain, beberapa vitamin dan mineral sebaiknya menjadi perhatian yang tengah merencanakan kehadiran sang buah hati. Sebenarnya kalau makan makanan dengan pola gizi seimbang, kebutuhan tubuh akan vitamin dan mineral bisa terpenuhi. Namun, vitamin dan mineral mudah hilang dalam proses pengolahan makanan.

Di bawah ini ada beberapa zat gizi dan sumber bahan makanan yang sebaiknya diperhatikan untuk menunjang kesuburan :
ü Vitamin A. Berperan cukup penting dalam produksi sperma yang sehat. ini meningkatkan secara general produksi hormon dalam tubuh wanita. Terdapat di hati, mentega, margarin, telur, susu, ikan berlemak seperti salem dan makarel, brokoli, wortel, bayam, tomat.
ü Beta-Carotene. Penelitian membuktikan bahwa zat yang terdapat pada wortel, brokoli, bayam, dan kentang ini dapat membantu mengatur siklus haid, dan itu berarti membuat chance untuk terjadinya konsepsi lebih besar.
ü Vitamin D. Kekurangan vitamin D akan menurunkan tingkat kesuburan hingga 75%. Sumber vitamin D diproduksi di dalam tubuh dengan bantuan sinar matahari, selain itu dapat diperoleh dari telur, mentega, minyak ikan, ikan tuna, ikan salmon.
ü Vitamin E. Meningkatkan kemampuan sperma membuahi sel telur dan mencegah keguguran karena perannya dalam menjaga kesehatan dinding rahim dan plasenta. Banyak terdapat pada minyak tumbuh-tumbuhan, bekatul gandum, kecambah, tauge.
ü Vitamin B6. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan terjadinya ketidakseimbanan hormon. Padahal keseimbangan hormon estrogen dan progesteron penting untuk terjadinya kehamilan. Sumber vitamin B6 antara lain ayam, ikan, ginjal, beras merah, kacang kedelai, kacang tanah, pisang, sayur kol.
ü Vitamin B. Vitamin ini selain dikenal dapat meningkatkan kesuburan, juga akan sangat berguna jika nantinya terjadi suatu kehamilan, apalagi pada minggu-minggu awal kehamilan.
ü Vitamin C. Pada wanita vitamin C berperan penting untuk fungsi indung telur dan pembentukan sel telur. Selain itu sebagai antioksidan (bekerjasama dengan vitamin E dan beta karoten) vitamin C berperan melindungi sel-sel organ tubuh dari serangan radikal bebas (oksidan) yang mempengaruhi kesehatan sistem reproduksi (meningkatkan kesuburan). Vitamin C banyak terdapat pada jambu biji, jeruk, stroberi, pepaya,mangga, sawi, tomat, cabai merah.
ü Seng (Zn). Berperan penting dalam pertumbuhan organ seks dan juga pembentukan sperma yang sehat. Sumber seng antara lain makanan hasil laut (seafood), daging, kacang-kacangan, padi-padian, produk olahan susu.
ü Selenium (Se). Berperan penting dalam produksi sperma yang sehat. Gejala kekurangan selenium antara lain tekanan darah tinggi, disfungsi seksual dan ketidaksuburan. Sumber selenium antara lain beras, kuning telur, seafood, daging, bawang putih, tomat, ikan tuna, susu.
ü Asam Amino. Jenis diet ini ditemukan pada makanan yang tinggi protein, dan sangat diperlukan untuk pembentukan optimal sel telur
ü Asam folat. Jenis diet ini ditemukan pada sayuran berwarna hijau tua,kacangkacangan,berbagai sereal, demikian pula buah-buahan seperti jeruk,papaya dan pisang.

Enam bulan sebelum kehamilan. Calon ibu dan calon ayah sebaiknya mengubah pola makan. Tolak konsumsi makanan yang tidak mengandung variasi nutrisi serta gizi yang cukup dan seimbang. Misalnya, makanan yang kaya kalori tetapi kurang protein, mineral dan vitamin. Seperti yang banyak terdapat pada makanan cepat saji (fastfood) seperti burger, ayam goreng, kentang goreng, yang sebagian besar hanya mengandung karbohidrat dan lemak saja tetapi minim zat gizi lainnya.
Perbanyak asupan sayuran, lauk pauk, buah-buahan, termasuk juga sumber karbohidrat dari nasi, ubi, atau serealia.
 Lebih baik lagi, apabila rutin mengonsumsi susu, baik susu sapi, kambing maupun sumber nabati seperti susu kedelai. Ketiganya kaya kalsium dan protein. 
Selain variasi makanan dan minuman, calon ibu juga harus mencermati jumlah konsumsi. Hindari makan berlebihan satu jenis makanan dan minuman tertentu. Sesuaikan dengan kebutuhan tubuhnya.
Calon ibu sebaiknya mengurangi konsumsi makanan olahan yang diawetkan, seperti makanan kalengan, instan dan minuman ringan. Sesekali tidak menjadi masalah, sebisa mungkin hindari tubuh dari paparan zat pengawet, pewarna atau zat lainnya yang kurang mendukung tubuh untuk meregenerasi sel-sel tubuh terutama kualitas sel telur dengan baik. 
Perbanyak konsumsi makanan dan minuman yang mengandung zat antioksidan yang mendukung tubuh mudah melepas racun dan zat-zat yang tak berguna dari dalam tubuh. Kurang atau hindari pula minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh.

Makanan Yang Harus Dihindari Untuk Calon Ibu:
·         Makanan mentah atau kurang matang. Seperti, daging, telur, dan makanan yang menggunakan bahan telur mentah.
·         Berbagai produk yang mengandung kadar vitamin A tinggi.
·         Kafein. Sebuah studi di Amerika menemukan bahwa minum kopi tiga cangkir sehari dengan kandungan cafein sekitar 300 mg, dapat menurunan kemungkinan wanita hamil sekitar 27% dibanding mereka yang bukan peminum kopi.
·         Alkohol. Perempuan yang minum alkohol sedikitnya lima kali dalam seminggu, secara signifikan memiliki kemungkinan rendah untuk bisa hamil. Cobalah untuk menghindari minum alkohol sama sekali selama tiga bulan sebelum merencanakan kehamilan. Sedangkan untuk kaum pria, minum alkohol 3-4 gelas sehari dapat mempengaruhi kualitas sperma dengan menurunkan tingkat testosteron dan dalam jangka panjang bisa menyebabkan testis layu.
·         Rokok. Perempuan merokok secara langsung menurunkan kesuburan. Sebuah studi di Finlandia menemukan, bahwa 41,9% pria merokok tidak subur dibandingkan dengan 27,8% pria yang tidak merokok. Pria merokok memiliki lebih sedikit sperma ketika ejakulasi. Dan secara medis, merokok terbukti menyebabkan impotensi. Laki-laki harus berhenti merokok sekurang-kurangnya tiga bulan sebelum merencanakan untuk memiliki bayi. Butuh 100 hari untuk membuat sperma, dan 100 hari itulah di mana sperma yang mengalami kerusakan dapat diperbaiki. Orang tua perokok juga memiliki kemungkinan untuk menghasilkan anak cacat genetik dan memiliki dua kali risiko lebih besar untuk mengidap kanker anak.
·         Narkoba. Tentu saja Anda tidak bisa menggantikan alkohol dan rokok dengan ganja atau kokain. Karena narkoba jauh lebih berbahaya.
G.    Persiapan Secara Psikologis dan Mental
Agar kehamilan yang akan dijalani tidak menimbulkan ketegangan. Hindari hal – hal yang akan memberi pengaruh buruk dalam keseimbangan hormonal. Misalnya tekanan psikis dalam rumah tangga, kehamilan yang menjadi beban misalnya tuntutan keluarga untuk mendapat jenis kelamin tertentu pada anak pertama, masalah ekonomi keluarga, kekerasaan dalam rumah tangga dan sebagainya.
Bagi yang pernah mengalami keguguran sebelumnya dan berniat ingin hamil lagi, berusahalah untuk mengurangi kecemasan akibat pengalaman traumatis kehamilan yang lalu. Tetap berpikir positif dalam segala hal agar kehamilan yang akan dijalani dapat berlangsung baik.
H.    Perencanaan Finansial yang Matang .
Kehamilan merupakan hal yang dapat diperkirakan termasuk biayanya. Biaya kehamilan ini dapat di diskusikan antara suami dan isteri. Biaya kehamilan merupakan bagian dari biaya kehidupan berumah tangga. Anda tentunya menginginkan anak anda mendapatkan sesuatu yang terbaik dalam bidang apapun.
Adapun biaya yang perlu diperhatikan guna persiapan kehamilan ini, diantaranya mencakup biaya kesehatan (biaya konsultasi, pemeriksaan, obat dan melahirkan), biaya-biaya pasca melahirkan (tempat tidur bayi, pakaian bayi, popok, selimut, dll) dan persiapkan pula biaya untuk hal-hal yang tak terduga.
I.       Menghindari Lingkungan Polutif
Antara lain, asap knalpot, pembakaran sampah, dll. Lingkungan yang polutif dapat merusak sel-sel telur. Jika anda bekerja dilingkungan yang banyak mengandung bahan kimia, sebaiknya anda pindah karena dapat meningkatkan resiko keguguran. Kalaupun kehamilannya dapat bertahan, kualitas bayinya kemungkinan besar tidak sebaik bayi-bayi yang dilahirkan oleh ibu yang sehat.
Hindari kontak dengan zat beracun atau bahan yang dapat menyebabkan infeksi di tempat kerja dan di rumah. Tinggal jauh dari bahan kimia dan kotoran kucing atau tikus.
J.      Dilakukan Pemeriksaan Terhadap Calon Ibu
Sebelum hamil sebaiknya dilakukan pemeriksaan terhadap calon ibu untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang mungkin terjadi, pemeriksaan terhadap calon ibu yang dilakukan seperti Pemeriksaan Penyakit dan Virus, Pemeriksaan Darah, Pemeriksaan Faktor Genetika
2.4. Pemeriksaan Kesehatan Bagi Calon Ibu
Kebanyakan wanita tidak melakukan tes kesehatan sebelum memutuskan untuk hamil. Padahal tes kesehatan sangat penting untuk mengetahui kondisi tubuh dan kesiapan sang ibu untuk menyambut kehidupan baru di rahimnya. Lakukan tes kesehatan sebelum hamil agar janin sehat optimal.
Alasan untuk tes dilakukan sebelum kehamilan:
·         kerabat dekat Beberapa memiliki penyakit warisan
·         Sudah memiliki satu anak dengan cacat lahir parah
·         Wanita telah memiliki pasangan atau keguguran lebih
·         Wanita hamil dan lebih dari 34 tahun
Pemeriksaan kesehatan penting bagi calon ibu sebelum hamil, di masa prakonsepsi. Lakukan persiapan, 3 – 6 bulan sebelum hamil. Dengan demikian, tubuh calon ibu siap menerima kehadiran janin dan menjalani kehamilan sehat.
Bagi calon ibu, berikut pemeriksaan klinis yang sebaiknya dilakukan :
1.    Rongga panggul.
Dokter kebidanan dan kandungan perlu memeriksa kesehatan rongga panggul. Pemeriksaan ini akan mendeteksi, apakah ada masalah pada organ reproduksi calon ibu. Selain kista, keluhan calon ibu adalah mioma atau miom, yakni sejenis tumor yang biasanya tumbuh di dinding rahim.
Miom memang tidak bersifat ganas, tapi benjolannya kadang-kadang menekan jaringan sekitarnya, seperti usus dan kandung kemih. Sehingga, calon ibu merasakan nyeri dan pendarahan hebat saat haid. Jika kemudian ibu hamil dengan miom dalam rahimnya, maka yang nyeri panggul akan dialaminya.
2.    Berat Badan
Berat Badan calon ibu bisa berpengaruh terhadap kesuburan. berat badan yang berlebihan bisa mengakibatkan terjadi ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan tingkat kesuburan menurun. Jika pun terjadi pembuahan saat berat badan berlebih, risiko calon ibu untuk menderita diabetes cukup besar. Bahkan, calon ibu berisiko terserang pre-eklampsia (gejala keracunan kehamilan). Si janin juga menanggung risiko ini.
Sebaliknya, jika calon ibu terlalu kurus, kesuburan akan terpengaruh. Calon ibu bisa mengalami gangguan keseimbangan hormon. Calon ibu yang terlalu kurus menyebabkan ketidakteraturan haid. Agar proses ovulasi terjadi, tubuh calon ibu biasanya membutuhkan hormon estrogen. Agar hormon ini diproduksi, berat badan tubuh akan bertambah sekitar 25% dari bobot normal. Itulah kenapa jika bobot tubuh kurang dari normal, maka tubuh juga susah payah dalam memproduksi hormon estrogen dengan baik. Ujungnya, ovulasi (pengeluaran sel telur dari indung telur) gagal berlangsung dengan baik.
3.      Pap smear
Tes ini dilakukan untuk mendeteksi perubahan prakanker atau kanker pada leher rahim, biasanya dokter akan mengambil sedikit sampel cairan di leher rahim dan memeriksakannya di laboratorium.
Pemeriksaan ini penting dilakukan oleh orang yang sudah menikah atau sudah aktif secara seksual. Deteksi dini bisa menjegah kondisi yang lebih serius seperti kanker leher rahim. Selain itu dikhawatirkan nantinya dapat mempengaruhi kesehatan organ reproduksinya.
4.      Pemeriksaan periodontal
Tes ini meliputi pembersihan rutin dan pemeriksaan gusi untuk menjaga gigi dan gusi agar tetap sehat dan bebas dari infeksi serta penyakit. Bagian yang diperiksa adalah sambungan antara gusi dan gigi serta kemungkinan adanya peradangan disekitar gusi.
Hal ini menjadi penting karena perempuan yang memiliki penyakit gusi berisiko 7 kali lipat lebih tinggi melahirkan prematur. Selain itu pada ibu hamil lebih rentan mengalami peradangan gusi akibat adanya perubahan hormon. Karenanya ibu hamil harus lebih sering memeriksakan diri ke dokter yaitu setiap 3-4 bulan sekali, terutama jika sering mengalami gusi berdarah.
5.      Pemeriksaan Thyroid stimulating hormone (TSH)
Tes ini akan menunjukkan apakah kadar hormon tiroid seseorang kurang aktif (hipotiroid) atau justru terlalu aktif (hipertiroid). Karena kadar hormon ini bisa mempengaruhi kesehatan perempuan tersebut.
Pemeriksaan ini penting karena gangguan tiroid dapat mengganggu kesempatan seseorang untuk hamil, misalnya perempuan yang mengalami hipotiroid akan terganggu proses ovulasinya sedangkan hipertiroid bisa meningkatkan risiko keguguran atau kelahiran prematur. Karenanya penting untuk memeriksa kadar hormon ini setahun sekali.
6.      Pemeriksaan hitung darah lengkap (complete blood count/CBC)
Tes ini untuk mengevaluasi seberapa baik sumsum tulang belakang dan sistem kekebalan tubuh bekerja. Jika sel darah putihnya tinggi menunjukkan adanya infeksi, kadar hemoglobin rendah menunjukkan anemia, kadar platelet rendah menunjukkan adanya masalah dalam hal pembekuan darah.
Hal ini karena setelah seseorang memiliki anak cenderung memiliki periode menstruasi yang berat sehingga membuat seseorang rentan terhadap anemia. Selain itu untuk mengetahui apakah ada gangguan dalam jumlah komponen darahnya.
7.      Pemeriksaan kepadatan mineral tulang
Tes ini dilakukan untuk memeriksa kepadatan mineral tulang yang dapat memicu osteoporosis, kondisi ini terjadi saat tulang mulai tipis dna lemah. Untuk memeriksanya digunakan mesin yang disebut dengan dual energy photon absorptiometer (DEXA).
oy2’.Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan saat berusia 35 tahun atau memiliki riwayat osteoporosis, mengonsumsi obat tiroid dan steroid. Masalah ini bisa bertambah parah saat seorang ibu menyusui. Jika ia tidak mendapatkan kalsium yang cukup, maka tubuh akan mengambilnya dari tulang dan diberikan pada bayi. Karenanya penting untuk mengetahui apakah kepadatan mineral tulangnya masih baik atau sudah berkurang.
Selain itu, penting juga untuk melengkapi status imunisasi, seperti: rubella, vaksin cacar air, suntikan tetanus, dan bahkan vaksin HPV. Jika seorang wanita belum segera ingin hamil, ada baiknya selesaikan dengan tuntas imunisasi (diskusikan secara detail dengan dokter). Hal tersebut cukup penting karena, jika terkena infeksi beberapa penyakit diatas, dan seorang wanita sedang hamil, dan tubuh tidak memiliki daya tahan yang kuat, maka hal itu dapat membahayakan kehamilan.

8.      Pemeriksaan Penyakit dan Virus

Pemeriksaan virus rubella, sitomeglovirus, herpes, varicella zoster untuk menghindari terjadinya kecacatan pada janin. Pemeriksaan virus hepatitis dan virus HIV untuk menghindari diturunkan penyakit akibat virus-virus tersebut kepada janin. Pemeriksaan penyakit toksoplasmosis, karena penyakit ini dapat menyebabkan kecacatan dan keguguran.
Pemeriksaan penyakit seksual menular, karena hal ini dapat menyebabkan kematian ibu, janin, maupun bayi yang akan dilahirkan. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan terhadap penyakit yang sedang diderita seperti asthma, diabetes mellitus dan jantung. Pada Wanita hamil penyakit-penyakit seperti ini dapat, bertambah berat dan membahayakan jika tidak dilakukan perawatan dan pengobatan yang teratur. Untuk menghindari kondisi yang membahayakan, dokter biasanya akan memantau pasiennya dan menentukan kapan waktu yang paling tepat untuk hamil.
Pemeriksaan penyakit akibat kekurangan zat-zat tertentu seperti kekurangan zat besi. kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Hal ini dapat menyebabkan kelahiran prematur dan keguguran.
Mempersiapkan kehamilan dengan vaksinasi belum menjadi pilihan menjaga kesehatan yang umum di Indonesia. Padahal vaksinasi merupakan cara yang efektif untuk menjaga kesehatan. Jika berencana melakukan vaksinasi sementara Anda juga berencana hamil, maka pastikan keempat vaksinasi berikut dilakukan saat Anda belum hamil, karena empat vaksinasi berikut akan merusak janin.
Measles, Mumps, Rubella (MMR) 
Vaksinasi ini berguna untuk mencegah penyakit infeksi demam, gondongan, dan campak Jerman. Bahan vaksin adalah virus aktif dan oleh sebab itu tidak diperbolehkan dilakukan pada wanita hamil. Bahkan, dalam waktu 3 bulan, wanita yang baru mendapat vaksin MMR tidak dibolehkan hamil dahulu karena virusnya masih  bereaksi membentuk zat kekebalan di dalam tubuh. Jika hamil, virus ini bisa merusak perkembangan janin. Efek samping vaksinasi MMR cukup nyata,  antara lain timbul ruam kecil, agak bengkak di sekitar kelenjar leher dan pipi, rasa nyeri dan kaku hingga sekitar 1—2  minggu setelah vaksinasi.  
Varisela 
Varisela lebih dikenal dengan sebutan virus cacar air. Vaksin ini pun menggunakan bahan virus aktif yang dimasukkan ke dalam badan sang Ibu sehingga dikhawatirkan berbahaya jika menginfeksi janin. Wanita yang telah diberi vaksinasi ini baru boleh hamil sebulan kemudian. Efek samping vaksinasi varisela adalah demam, nyeri, dan kemerahan di daerah suntikan, ruam dan benjolan kecil sampai 3 minggu setelah vaksinasi.  
Hepatitis A 
Bahannya terbuat dari virus yang aktif. Keamanannya bagi ibu hamil belum dapat dipastikan, maka itu imunisasi ini dihindari. Wanita yang berisiko terkena infeksi ini harus mengonsultasikan risiko dan manfaat imunisasi ini dengan dokter. Efek samping imunisasi ini antara lain, rasa nyeri dan kemerahan di daerah bekas suntikan, sakit kepala, pegal dan ada ditemui beberapa reaksi alergi.
Pneumococcal 
Untuk mencegah risiko infeksi yang disebabkan oleh bakteri streptococcus pneumoniae. Bakteri ini merupakan penyebab penyakit pneumonia, meningitis, dan bacteremia. Maslahnya, keamanan vaksin ini belum dievaluasi untuk wanita hamil. Jadi, sebaiknya vaksinasi ini dilakukan sebelum hamil dan tidak pada masa kehamilan.

9.      Pemeriksaan Darah

Pemeriksaan golongan darah dan rhesus/Rh darah (unsur yang mempengaruhi antibodi yang terkandung di dalam sel darah merah) pada pasangan suami isteri dilakukan untuk mengantisipasi perbedaan golongan darah dan rhesus antara darah ibu dan bayinya. Perbedaan golongan darah dan rhesus darah ini dapat mengancam janin dalam kandungan

10.  Pemeriksaan Faktor Genetika

Inti dari pemeriksaan atau tes genetika ini adalah untuk mengetahui penyakit dan cacat bawaan yang mungkin akan dialami bayi akibat  secara genetis dari salah satu atau kedua orangtuanya. Khususnya apabila pasangan suami isteri masih terkait hubungan persaudaraan.
Tes ini idealnya dilakukan sebelum kehamilan untuk mendapatkan informasi yang selengkap-lengkapnya. Jikalau diperlukan, anda harus mengumpulkan suluruh catatan-catatan medis yang dimiliki oleh pihak suami maupun isteri, termasuk keluarga. Sehingga jika telah diketahui data medis secara lengkap, dapat diketahui secara dini apabila memang ada kelainan pada janin atau calon orang tua, sehingga bisa membuat keputusan yang lebih bijak.
2.5. Tujuan Pemeliharaan Kesehatan Calon Ibu
1.      menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu, janin, maupun bayi yang akan dilahirkan.
2.      Untuk mengetahui secara dini tentang kondisi kesehatan para remaja.
 Bila di temukan penyakit atau kelainan di dalam diri remaja, maka tindakan pengobatan dapat segera dilakukan. Remaja calon ibu yang mengalami masalah kesehatan akibat gangguan sistem reproduksinya segera di tangani. Gangguan sistem reproduksi tidak berdiri sendiri. Gangguan tersebut dapat berpengaruh terhadap kondisi psikologi dan lingkungan sosial remaja itu sendiri. Bila penyakit atau kelainan tersebut tidak diatasi maka di upayakan agar remaja tersebut berupaya untuk menjaga agar masalahnya tidak bertambah berat atau menular kepada pasangannya. Misalnya remaja yang menderita penyakit jantung, bila hamil secara teratur harus memeriksakan kesehatannya kepada dokter. Remaja yang menderita AIDS harus menjaga pasanganya agar tidak terkena virus HIV. Caranya adalah agar menggunakan kondom saat besrsenggama, bila menikah.
3.      mendeteksi hal-hal yang kurang menguntungkan bagi kehamilan
4.      mendeteksi  apakah ada masalah pada organ reproduksi calon ibu.
5.      mendukung kelahirkan bayi sehat optimal tanpa komplikasi.
6.      memastikan tubuh sang ibu agar bisa menjadi media yang sehat untuk pertumbuhan janin yang optimal.
7.      memeriksa apakah sang ibu sedang mengalami infeksi yang bisa berakibat pada janinnya kelak
 misalnya seperti infeksi rubella dan hepatitis B. Pada hepatitis B misalnya, yang ditakutkan bukan hanya bisa tertular ke janin, tapi bila tidak diobati dengan baik maka 10 hingga 40 tahun mendatang, si ibu bisa menderita hepatoma, sel kanker hati yang tidak ada obatnya. Sedangkan rubella, bila menginfeksi bisa menyebabkan kelainan pada janin, bisa tuli, katarak bahkan kelainan jantung. Dan penularan dari ibu ke janin 60 persen bisa dicegah dengan imunisasi.
8.      Mengurangi risiko bayi lahir cacat dan untuk menurunkan risiko cacat lahir pada otak dan tulang belakang, termasuk spina bifida .
9.      guna mendukung terciptanya kehamilan yang sehat dan menghasilkan keturunan yang berkualitas yang didambakan oleh keluarga
10.  kematian ibu, janin, maupun bayi yang akan dilahirkan
11.  memberikan pengetahuan kepada calon ibu agar kehamilannya bisa dijalani dengan nyaman, sehat dan gembira
2.6. Manfaat Memelihara Kesehatan Calon Ibu
Ada berbagai manfaat yang bisa didapatkan seperti:
  1. Mengevaluasi kesehatan secara menyeluruh
  2. Mengidentifikasi kemungkinan masalah yang serius
  3. Memberikan perawatan yang diperlukan sebelum hamil dalam rangka mempersiapkan tubuh yang sehat untuk hamil
  4. Memastikan bahwa tubuh ibu kebal terhadap infeksi seperti rubella yang dapat mempengaruhi kehamilan.
  5. Meningkatkan gizi bagi ibu dalam mempersiapkan kehamilan dan persalinan.

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan.
Pelayanan kebidanan diawali dengan pemeliharaan kesehatan para calon ibu. Calon ibu harus mempersiapkan diri seoptimal mungkin sejak sebelum kehamilan terjadi. Pemeliharaan kesehatan yang dilakukan jauh sebelum kehamilan lebih dapat mengurangi risiko bayi lahir cacat. Upaya yang dapat di lakukan oleh calon ibu salah satunya adalah dengan menjaga pola makan, makanan apa yang di konsumsi.
Selain itu ada pemeriksaan yang juga harus dilakukan seorang calon ibu untuk mengetahui kondisi tubuh dan kesiapan sang ibu untuk menyambut kehidupan baru di rahimnya.
3.2. Saran
Setiap wanita pasti akan menjadi ibu, tapi ada keadaan/gangguan yang membuat harapan itu hilang, jadi dari sejak dini seorag wanita harus mempersiapkan dirinya untuk hamil, dan melahirkan. Kehamilan yang memang telah di siapkan akan mengurangi resiko bayi lahir cacat, maka dari itu untuk semua wanita yang akan menjadi ibu, marilah kita mempersiapkan diri kita untuk masa depan yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Mubarak, W.I., 2011. Promosi kesehatan untuk kebidanan. Jakarta:salemba medika.
http://www.bettermomtoday.com/node/374. diakses pada tanggal 16 maret 2012.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

bebas bicara apa aja..