pskb A1

pskb A1
akbid bina husada

Kamis, 01 Maret 2012

Makalah penyakit infeksi panggul


BAB II

PENYAKIT INFEKSI PANGGUL


2.1  Pengertian Penyakit Infeksi panggul

Penyakit radang panggul adalah infeksi saluran reproduksi bagian atas. Penyakit tersebut dapat mempengaruhi endometrium (selaput dalam rahim), saluran tuba, indung telur, miometrium (otot rahim), parametrium dan rongga panggul. Penyakit radang panggul merupakan komplikasi umum dari Penyakit Menular Seksual (PMS). Saat ini hampir 1 juta wanita mengalami penyakit radang panggul yang merupakan infeksi serius pada wanita berusia antara 16-25 tahun. Lebih buruk lagi, dari 4 wanita yang menderita penyakit ini, 1 wanita akan mengalami komplikasi seperti nyeri perut kronik, infertilitas (gangguan kesuburan), atau kehamilan abnormal. Terdapat peningkatan jumlah penyakit ini dalam 2-3 dekade terakhir berkaitan dengan beberapa faktor, termasuk diantaranya adalah peningkatan jumlah PMS dan penggunaan kontrasepsi seperti spiral. 15% kasus penyakit ini terjadi setelah tindakan operasi seperti biopsi endometrium, kuret, histeroskopi, dan pemasangan IUD (spiral). 85% kasus terjadi secara spontan pada wanita usia reproduktif yang seksual aktif.
            Penyakit radang panggul ( PRP ) terdiri dari kombinasi antara endometritis, salpingitis, ooforitis, abses dan tuba-ovarium, dan peritonis panggul. Organism yang biasa menjadi penyebab penyakit ini adalah Neisseria gonorrhoeae atau Chlamidia trachomatis dan mungkin organisme yang terlibat dalam vaginosos bakteri. Kondisi ini diawali dengan adanya infeksi saluran genital bagian bawah ( vaginitis / servisitis / uretritis  / skenitis / bartolinitis ) yang naik, dengan berbagai macam alas an, melewati barier mukosa serviks ( yang berubah )untuk menjadi infeksi saluran genital atas. Barier mukosa serviks dapat diubah oleh adanya menstruasi atau akibat pengaruh hormon. Naiknya infeksi tersebut dapat difasilitasi dengan penyemprotan, dilatasi, dan kuret, serta sperma. Naiknya infeksi pertama kali ke endometrium dan kemudian ke tuba falopii, dibantu oleh sperma atau refluks darah menstruasi. Proses peradangan dalam tuba pada akhirnya mengarah ke inflamasi peritoneum. Factor risikonya adalah N. gonorrhoeae atau Chlamidia trachomatis dan vaginosis bakteri, berganti-ganti pasangan seksual dan praktik menyemprot vagina. Diafragma dan cap serviks yang digunakan bersamaan dengan spermisida vagina dan kondom dapat menurunkan risiko penyakit radang panggul. Kemungkinan akibat dari PRP adalah infertilitas yang berkaitan dengan pelekatan kedua tuba, kehamilan ektopik, nyeri abdomen bawah kronis berkaitan dengan pelekatan panggul, serta adanya peningkatan kerentanan terhadap kekambuhan.
            Wanita dapat memiliki gejala PRP yang tidak jelas, sehingga anda harus memiliki kecurigaan tinggi yang konstan untuk mendiagnosanya secara dini terhadap proses infeksi . Semakin dini penetapan diagnosis dan pengobatan, akibatnya akan semakin berkurang. Wanita yang terinfeksi PRP akan mengalami nyeri abdomen bawah, umumnya bilateral, yang berat atau ringan. Besar kemungkinannya wanita akan memiliki rabas mukopurulen vagina /serviks, yang mengindikasikan organism yang menginfeksi. Apabila uretra terinfeksi, wanita akan mengalami gejala uretritis., disuria, inkontiensa urgensi. Metroragia merupakan gejala umum yang terjadi pada endomtritis. Demam di atas 38oc serta mual/muntah yang merupakan tanda keparahan klinis penyakit dan menggambarkan terjadinya peritonitis. Berdasarkan pemeriksaan panggul, anda akan menemukan nyeri goyang pada serviks, nyeri tekan adneksal bilateral dan pembesaran adneksal apabila penyakit ini berkembang di saluran falopii. Leukosit akan melebihi sel epitel pada sediaan basah. Wanita akan mengalami peningkatan laju sedimentasi eritrosit.
            Bidan seharusnya menangani secara empiris saat wanita mengalami nyeri goyang pad serviks atau nyeri tekan uterus/adneksal, tidfak ada penyebab lain.


2.2  Penyebab

Penyakit radang panggul terjadi apabila terdapat infeksi pada saluran genital bagian bawah, yang menyebar ke atas melalui leher rahim. Butuh waktu dalam hitungan hari atau minggu untuk seorang wanita menderita penyakit radang panggul. Bakteri penyebab tersering adalah N. Gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis yang menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan sehingga menyebabkan berbagai bakteri dari leher rahim maupun vagina menginfeksi daerah tersebut. Kedua bakteri ini adalah kuman penyebab PMS. Proses menstruasi dapat memudahkan terjadinya infeksi karena hilangnya lapisan endometrium yang menyebabkan berkurangnya pertahanan dari rahim, serta menyediakan medium yang baik untuk pertumbuhan bakteri (darah menstruasi). Peradangan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, dimana bakteri masuk melalui vagina dan bergerak ke rahim lalu ke tuba falopii.
90-95% kasus PID disebabkan oleh bakteri yang juga menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual (misalnya klamidia, gonore, mikoplasma, stafilokokus, streptokokus). Infeksi ini jarang terjadi sebelum siklus menstruasi pertama, setelah menopause maupun selama kehamilan. Penularan yang utama terjadi melalui hubungan seksual, tetapi bakteri juga bisa masuk ke dalam tubuh setelah prosedur kebidanan/kandungan (misalnya pemasangan IUD, persalinan, keguguran, aborsi dan biopsy endometrium.
Penyebab lainnya yang lebih jarang terjadi adalah:
1.      Aktinomikosis (infeksi bakteri)
2.      Skistosomiasis (infeksi parasit)
3.      Tuberkulosis.
4.      Penyuntikan zat warna pada pemeriksaan rontgen khusus.
Ada lima penyebab kelainan rongga panggul :
  1. Gizi kurang baik selama pertumbuhan. Akibatnya, pertumbuhan tulang dan panggul jadi kurang sempurna
  2. Penyakit tulang. Contohnya penyakit rakitis yang diderita sejak kecil hingga dewasa. Penyakit tulang bisa mengubah bentuk panggul dan menyempitkan rongga bagian dalamnya.
  3. Kelumpuhan. Bila salah satu kaki tidak dapat digunakan dengan sempurna, mau tidak mau berat tubuh dipikul oleh kaki yang sehat. Akibatnya, panggul bisa tumbuh miring.
  4. Tumor. adanya tumor pada tulang panggul dapat mengubah bentuk panggul dan menyebabkan sempitnya jalan lahir.
  5. Kecelakaan. Tulang di tubuh bagian belakang yang mengalami cedera bisa mengubah bentuk panggul, apalagi bila pengobatan tidak sempurna.

2.3 Faktor Resiko
Wanita yang aktif secara seksual di bawah usia 25 tahun berisiko tinggi untuk mendapat penyakit radang panggul. Hal ini disebabkan wanita muda berkecenderungan untuk berganti-ganti pasangan seksual dan melakukan hubungan seksual tidak aman dibandingkan wanita berumur. Faktor lainnya yang berkaitan dengan usia adalah lendir servikal (leher rahim). Lendir servikal yang tebal dapat melindungi masuknya bakteri melalui serviks (seperti gonorea), namun wanita muda dan remaja cenderung memiliki lendir yang tipis sehingga tidak dapat memproteksi masuknya bakteri. Faktor risiko lainnya adalah:
1.      Riwayat penyakit radang panggul sebelumnya
2.      Pasangan seksual berganti-ganti, atau lebih dari 2 pasangan dalam waktu 30 hari
3.      Wanita dengan infeksi oleh kuman penyebab PMS
4.      Menggunakan douche (cairan pembersih vagina) beberapa kali dalam sebulan
5.      Penggunaan IUD (spiral) meningkatkan risiko penyakit radang panggul. Risiko tertinggi adalah saat pemasangan spiral dan 3 minggu setelah pemasangan terutama apabila sudah terdapat infeksi dalam saluran reproduksi sebelumnya.
2.4 Gejala-gajala yang muncul:

Gejala paling sering dialami adalah nyeri pada perut dan panggul. Nyeri ini umumnya nyeri tumpul dan terus-menerus, terjadi beberapa hari setelah menstruasi terakhir, dan diperparah dengan gerakan, aktivitas, atau sanggama. Nyeri karena radang panggul biasanya kurang dari 7 hari. Beberapa wanita dengan penyakit ini terkadang tidak mengalami gejala sama sekali. Keluhan lain adalah mual, nyeri berkemih, perdarahan atau bercak pada vagina, demam, nyeri saat sanggama, dan menggigil.
Gejala biasanya muncul segera setelah siklus menstruasi. Penderita merasakan nyeri pada perut bagian bawah yang semakin memburuk dan disertai oleh mual atau muntah. Biasanya infeksi akan menyumbat tuba falopii. Tuba yang tersumbat bisa membengkak dan terisi cairan. Sebagai akibatnya bisa terjadi nyeri menahun, perdarahan menstruasi yang tidak teratur dan kemandulan. Gejala lainnya yang mungkin ditemukan pada PID :
·         Keluar cairan dari vagina dengan warna, konsistensi dan bau yang abnormal
·         Demam
·         Perdarahan menstruasi yang tidak teratur atau spotting (bercak-bercak kemerahan di celana dalam
·         Kram karena menstruasi
·         Nyeri ketika melakukan hubungan seksual
·         Perdarahan setelah melakukan hubungan seksual
·         Nyeri punggung bagian bawah
·         Kelelahan
·         Nafsu makan berkurang
·         Sering berkemih
·         Nyeri ketika berkemih.
2.5 Diagnosa

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Dilakukan pemeriksaan panggul dan perabaan perut.  Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:
·         Pemeriksaan darah lengkap
·         Pemeriksan cairan dari serviks
·         Kuldosentesis
·         Laparoskopi
·         USG panggul.

Ø    Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan darah dilakukan untuk melihat kenaikan dari sel darah putih yang menandakan terjadinya infeksi. Kultur untuk GO dan chlamydia digunakan untuk mengkonfirmasi diagnosis. Ultrasonografi atau USG dapat digunakan baik USG abdomen (perut) atau USG vagina, untuk mengevaluasi saluran tuba dan alat reproduksi lainnya. Biopsi endometrium dapat dipakai untuk melihat adanya infeksi. Laparaskopi adalah prosedur pemasukan alat dengan lampu dan kamera melalui insisi (potongan) kecil di perut untuk melihat secara langsung organ di dalam panggul apabila terdapat kelainan.

2.6 Komplikasi

Penyakit radang panggul dapat menyebabkan berbagai kelainan di dalam kandungan seperti nyeri berkepanjangan, infertilitas dan kehamilan abnormal. Penyakit ini dapat menyebabkan parut pada rahim dan saluran tuba. Parut ini mengakibatkan kerusakan dan menghalangi saluran tuba sehingga menyebabkan infertilitas. Parut juga dapat menyebabkan sel telur tidak dapat melalui jalan normalnya ke rahim sehingga dapat terjadi kehamilan ektopik.

2.7 Pencegahan

Cara terbaik untuk menghindari penyakit radang panggul adalah melindungi diri dari penyakit menular seksual. Penggunaan kontrasepsi seperti kondom dapat mengurangi kejadian penyakit radang panggul. Apabila mengalami infeksi saluran genital bagian bawah maka sebaiknya segera diobati karena dapat menyebar hingga ke saluran reproduksi bagian atas. Terapi untuk pasangan seksual sangat dianjurkan untuk mencegah berulangnya infeksi.

2.8 Pengobatan
PID tanpa komplikasi bisa diobati dengan antibiotik dan penderita tidak perlu dirawat. Jika terjadi komplikasi atau penyebaran infeksi, maka penderita harus dirawat di rumah sakit.  Antibiotik diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah) lalu diberikan per-oral (melalui mulut).  Jika tidak ada respon terhadap pemberian antibiotik, mungkin perlu dilakukan pembedahan.  Pasangan seksual penderita sebaiknya juga menjalani pengobatan secara bersamaan dan selama menjalani pengobatan jika melakukan hubungan seksual, pasangan penderita sebaiknya menggunakan kondom.
2.9 Terapi

Tujuan utama terapi penyakit ini adalah mencegah kerusakan saluran tuba yang dapat mengakibatkan infertilitas (tidak subur) dan kehamilan ektopik, serta pencegahan dari infeksi kronik. Pengobatan dengan antibiotik, baik disuntik maupun diminum, sesuai dengan bakteri penyebab adalah pilihan utama. Kontrol setelah pengobatan sebanyak 2-3 kali diperlukan untuk melihat hasil dan perkembangan dari pengobatan. Pasangan seksual juga harus diobati. Wanita dengan penyakit radang panggul mungkin memiliki pasangan yang menderita gonorea atau infeksi Chlamydia yang dapat menyebabkan penyakit ini. Seseorang dapat menderita penyakit menular seksual meskipun tidak memiliki gejala. Untuk mengurangi risiko terkena penyakit radang panggul kembali, maka pasangan seksual sebaiknya diperiksa dan diobati apabila memiliki PMS.

Nyeri Abdomen dan Panggul

Keluhan nyeri abdomen dan panggul menjadi motivasi umum dalam mencari perawatan ginekologis dan menyita sebagian besar porsi energy member pelayanan kesehatan wanita yang signifikan perawatan secara menyeluruh diberikan untuk tindakan evaluasi dan terapi nyeri panggul dan bidan yang tertarik akan menemukan banyak kesempatan ntuk mengembangkan kemampuan mereka.
Banyak wanita datang untuk melakukan pemeriksaan dengan pengkajian riwayat kesehatan, dengan cermat bidan akan menemukan bahwa masala nyeri kronis merupakan alasan kunjungan. Nyeri memlik dampak signifikan dalam kualitas hidup wanita, mengakibat kan keletihan, ketegangan, depresi, namun wanita mungkin enggan untuk mendiskusikan hal ini karena berbagai alasan. Pemberi perawatan kesehatan sebelumnya kurang cermat atau kurang hati-hati sehingga mengabaikan nyeri yang dialami wanita, atau mungkin wanita merasa tidak nyaman mendiskusikan nyerinya dengan lengkap. Nyeri panggul seringkali mewakili atau memicu banyak emosi yang berpusat pada perasaan klien sebagai wanita, kemampuannya untuk hamildan mengasuh anak-anaknya, lalu perasaannya yang terkait dengan seksualitas.
Pada saat memulai pengkajian nyeri panggul seseorang wanita, bidan harus berhati-hati menyaring informasi yang sering tidak terucapkan, yaitu informasiyang oleh setiap wanita dipegang oleh referensinya sendiri dan dianggap normal, pengaruh social, budaya atau agama yang dimiliki individu wanita dan presepsinya yang unik terhadap berbagai aspek dalam fungsi reproduksinya.
Bidan familiar dengan penggunaan pendekatan sistematik dan menyeluruh saat melakukan evaluasi masalah, pengumpilan data dalam tindakan mengevaluasi nyeri harus dilakukan secara menyeluruh untuk menyampaikan kesimpulan yang akurat. Saat bidan mengkaji keluhan nyeri panggul pada wanita, bidan harus mendapatkan informasi dibawah ini:

1.      Kapan terjadinya nyeri?
Dapatkah klien mengenali keadaan tertentu atau waktu tertentu yang nerkaitan dengan awal mula munculnya nyeri.
2.      Lokasi
Beberapa wanita menyatakan bahwa nyeri yang berada dibawah umbilicus sebagai nyeri abdomen. Bantu wanita mengidentifikasi secara spesifik tentang lokasi nyeri yang ia rasakan . banyak wanita memiliki presepsi yang tidak akurat tentang dimana organ panggul berada dan dapat berada dimana, misalnya, berfikir bahwa uterus berada diatas tulang pubis. Bidan harus menentukan apakah nyeri mengalami pergerakan atau menyebar atau memiliki kualitas yang berbeda dilokasi yang berbeda.
3.      Durasi
Apakah nyeri siklik atau nonsiklik? Apakah nyeri berkaitan dengan siklus menstruasi? Apakah nyeri berkaitan dengan diet atau perubahan diet? Apakah nyeri berkaitan dengan pekerjaan atau aktivitas olahraga. Apakah nyeri berkaitan dengan keadaan emosional atau stress emosional.
4.      Karakter
Coba bantu wanita menggambarkan nyerinya jika ia tidak dapat melakukannya secara spontan. Beri wanita rentang variasi untuk menggambarkan nyerinya seperti tajam/tumpul, seperti digigit serangga, rasa terbakar, sakit.
5.      Factor yang memperburuk
Dapatkan informasi mengenai factor yang dapat memperparah nyeri seperti olahraga, aktivitas seksual, konstipasi, diare, menstruasi, berkemih, makanan.
6.      Factor yang meredakan nyeri
Dapatkan data yang meredakan nyeri, dan sampai derajat berapa.
7.      Terapi
Kaji apa yang telah wanita lakukan untuk mencoba dan meredakan nyeri setelah keberhasilan intervensi tersebut menurunkan nyeri sampai pada skala berapa? Pengkajian terhadap pengobatan yang disarankan pemberi layanan kesehatan lain dan pengobatan alternative lain yang dilakukan.



BAB III
PENUTUP

 3.1 Kesimpulan
Penyakit radang panggul adalah infeksi saluran reproduksi bagian atas. Penyakit tersebut dapat mempengaruhi endometrium (selaput dalam rahim), saluran tuba, indung telur, miometrium (otot rahim), parametrium dan rongga panggul. Penyakit radang panggul merupakan komplikasi umum dari Penyakit Menular Seksual (PMS). Saat ini hampir 1 juta wanita mengalami penyakit radang panggul yang merupakan infeksi serius pada wanita berusia antara 16-25 tahun. Lebih buruk lagi, dari 4 wanita yang menderita penyakit ini, 1 wanita akan mengalami komplikasi seperti nyeri perut kronik, infertilitas (gangguan kesuburan), atau kehamilan abnormal. Terdapat peningkatan jumlah penyakit ini dalam 2-3 dekade terakhir berkaitan dengan beberapa faktor, termasuk diantaranya adalah peningkatan jumlah PMS dan penggunaan kontrasepsi seperti spiral. 15% kasus penyakit ini terjadi setelah tindakan operasi seperti biopsi endometrium, kuret, histeroskopi, dan pemasangan IUD (spiral). 85% kasus terjadi secara spontan pada wanita usia reproduktif yang seksual aktif.
            Gejala paling sering dialami adalah nyeri pada perut dan panggul.Gejala lainnya yang mungkin ditemukan pada PID :
·         Keluar cairan dari vagina dengan warna, konsistensi dan bau yang abnormal
·         Demam
·         Perdarahan menstruasi yang tidak teratur atau spotting (bercak-bercak
·         kemerahan di celana dalam
·         Kram karena menstruasi
·         Nyeri ketika melakukan hubungan seksual
·         Perdarahan setelah melakukan hubungan seksual
·         Nyeri punggung bagian bawah
·         Kelelahan
·         Nafsu makan berkurang
·         Sering berkemih
·         Nyeri ketika berkemih

3.2 Saran
Dengan adanya makalah ini, diharapkan pembaca maupun penulis dapat mengetahui tentang Penyakit Infeksi Panggul dan dapat mengenali gejala-gejala penyakit tersebut serta dapat melakukan pencegahan agar terhindar dari penyakit ini . Bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan kualitas dalam pencegahan dan pengobatan Penyakit Infeksi Panggul.




LAMPIRAN

ASUHAN KEBIDANAN PADA WANITA DENGAN KESEHATAN REPRODUKSI

Tanggal pengkajian: 22 Oktober 2011
Waktu pengkajian  : 09.00 WIB
No. rekam medik   : 0001
I.    DATA SUBJEKTIF
A.    Biodata
Nama ibu            : Ny. “N”                                 Nama  suami   : Tn. “S”         
Umur                  : 24 Thn                                   Umur               : 26 Thn          
Agama                : Islam                                     Agama             : Islam
Suku/bangsa       : Sumatera/ Indonesia             Suku/bangsa    : Sumatera
Pendidikan         : SMA                                     Pendidikan      : SMA
Pekerjaan            : Ibu rumah tangga                  Pekerjaan         : Wiraswasta
Alamat               : Jln. Pangeran, Palembang     Alamat                        : Jln. Pangeran
B.     Alasan Datang
Tanggal 22 Oktober 2011 jam 09.00. Ibu datang ke bidan, megeluh nyeri pada saat bersenggama dan nafsu makan berkurang, ibu merasa tidak enak badan. Karena itu, ibu ingin memeriksakan kesehatannya.

C.     Data Kebidanan
1.   Riwayat Perkawinan
Status kawin              : kawin
Jika kawin                  : berapa kali: 1             lamanya: 4 th   Usia: 20 th
Riwayat Haid                       
Menarche                   : 14 th                          warna              : merah kehitaman
Siklus                         : 28 hari                       jumlah             : 2 kali
                                                                                               Ganti pembalut.
Lamanya                    : 7 hari                         Dismenorhoe   : ada

2.   Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu.

NO
Umur kehamilan
Jenis Persalinan
penolong
Penyulit
Thn persalinan
Nifas
JK anak
BB anak
PB anak
Ket
1
Aterm
Spontan
Bidan
Tidak ada
2009
Baik
P
3500 gr
50 cm
Tidak ada


































D.    Data Kesehatan
1.      Riwayat kesehatan sekarang                        :
2.      Riwyat kesehatan keluarga             
a.       Keturunan kembar                                 : tidak ada
b.      Riwayat penyakit keluarga/keturunan   : tidak ada
c.       Riwayat operasi yang pernah dialami    : tidak ada
E.     Riwayat KB
1.      Pernah menjadi akseptor KB                       : pernah
2.      Jenis kontrasepsi yang digunakan                : IUD
3.      Masalah selama penggunaan KB                 : Nyeri saat senggama
F.      Data Kesehatan sehari-hari
1.      Personal hygine                                           
Mandi                                                           : 2 kali sehari
Gosok gigi                                                    : 3 kali sehari
Ganti pakaian dalam                                    :2 kali/ saat terasa lembab
G.    Data Psikologi
Hubungan dengan keluarga                               : baik
Hubungan dengan orang lain                             : baik
Pengambilan keputusan                                     : suami
Keadaan psikologis                                            : baik

II.    DATA OBJEKTIF
A.    Pemeriksaan fisik
1.      Keadaan umum
Kesadaran                                                 : compos mentis
Keadaan emosional                                   : kooperatif
2.      Tanda-tanda vital             
TD                                                             : 110/80 mmHg
Polse                                                          : 75 kali/mnt
RR                                                             : 24 kali/mnt
Suhu                                                          : 38 oC
3.      Status gizi
Berat badan                                               : 60 kg
Tinggi badan                                             : 160 cm
Lila                                                            : 24 cm
4.      Muka
Mata
Kelopak mata                                         : tidak ada oedem
Konjungtiva                                           : tidak pucat
Scelera                                                    : tidak ikterik
Reflex pupil                                           : baik
Mulut dan gigi
Gigi                                                        : tidak ada caries gigi
Gusi                                                        : tidak berdarah, bersih
Kelainan                                                 : tidak ada
5.      Payudara              
Bentuk/ukuran                                          : simetris
Areola mamae                                           : tidak hyperpigmentasi
Putting susu                                              : menonjol
Pengeluaran cairan                                    : tidak ada
Masa                                                          : tidak ada
Kelainan                                                    : tidak ada
6.      Abdomen
Keadaan                                                    : simetris
Bekas operasi                                            : tidak ada
Masa                                                          : tidak ada
Bising usus                                                : tidak ada
7.      Ekstrimitas
Atas
Oedema                                                            : tidak ada
Pergerakan                                            : baik
Bawah
Oedema                                                            : tidak ada
Pergerakan                                            : baik
Varices                                                  : tidak ada
Reflex patella                                       : positif
8.      Genetalia                                                  
Oedema                                                     : tidak ada
Varices                                                      : tidak ada
B.     Pemeriksaan Kebidanan
Vulva/vagina
Kebersihan                                                  : bersih
Luka                                                           : tidak ada
Varices                                                        : tidak ada
Oedema                                                      : tidak ada
Peradangan                                                 : tidak ada
Masa                                                           : tidak ada
Flour albus                                                  : tidak ada
Kelenjar bartolini
Masa                                                           : tidak ada
Peradangan                                                 : tidak ada
Portio
Keadaan                                                     : baik
Nyeri goyang                                              : terbuka/terbuka
Peradangan                                                 : tidak ada
Perdarahan                                                  : tidak ada
Uteri
Keadaan                                                     : baik
Bentuk                                                        : seperti buah pir
Pembesaran                                                 : baik
Masa                                                           : tidak ada
Adneksa                                                         
Nyeri tekanan                                             : ada
Masa                                                           : tidak ada
C.     Pemeriksaan Penunjang
1.      Pemeriksaan penunjang                             : tidak dilakukan
2.      USG                                                          : tidak dilakukan
3.      Tes                                                             : tidak dilakukan

III.    ASESSMENT

A.    Diagnose        : Ibu G1P1Ao dengan nyeri panggul
B.     Masalah         : Nyeri pada saat bersenggama, nafsu makan berkurang, dan                      demam.
C.     Kebutuhan     : Mengatasi demam ibu dengan pemberian obat, memberi vitamin penambah nafsu makan, dan melakukan pemeriksaan penunjang.
D.    Diagnose potensial: Berpotensi Infeksi Panggul
E.     Masalah         :
F.      Kebutuhan     :

IV.    PLANNING

1.      Beritahu ibu tentang keadaannya sekarang
Memberitahukan  kepada ibu tentang keadaannya seperti tanda-tanda vital
TD       : 110/70 mmHg           Suhu    : 38oC
Polse    : 75 x/menit                 RR       : 24 x/menit
Ibu mengetahui keadaannya

2.      Berikan obat penurun panas
Memberikan obat penurun panas kepada ibu seperti Paracetamol
Ibu mengerti dan mau meminum obat
3.      Anjurkan ibu untuk memakan makanan yang bergizi seimbang. Menganjurkan ibu untuk memakan makanan yang bergizi seimbang seperti sayur-sayuran hijau, buah-buahan, susu, serta lauk pauk.
Ibu mengerti dengan penjelasan bidan dan mau memakan makanan bergizi seimbang.

4.      Berikan vitamin untuk penambah nafsu makan kepada ibu
Memberikan vitamin penambah nafsu makan yaitu vit.B12
Ibu mengerti dan berjanji akan minum vitamin yang diberikan

5.      Berikan KIE tentang alat kontrasepsi
Memberikan KIE tentang alat kontrasepsi dan anjurkan untuk mengganti alat kontrasepsi sekarang dengan kondom.
Ibu mengerti dengan penjelasan bidan.

6.      Anjurkan ibu untuk konsul ke dokter SPOG
Menganjurkan ibu untuk konsul ke dokter SPOG untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Ibu mengerti dan mau untuk konsul ke dokter SPOG.

7.      Anjurkan ibu untuk beristirahat yang cukup.
Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup seperti tidur siang kurang lebih 1-2 jam dan tidur malam minimal 8 jam.






















Mengetahui,                                                                Palembang,      2011
Pembimbing praktek



(                                   )                                               (                             )



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

bebas bicara apa aja..